READ MORE - fauzi walks with batic
Link ke posting ini
22:10 by shidiq OPEN MIND , under pendidikan, warta
Lebaran sebentar lagi, tinggal menghitung hari. Idul fitri akan menyapa kembali mereka yang dinyatakan menang setelah melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Dengan ibadah puasa ramadhan yang wajib bagi kaum muslim yang beriman. Ramadhan nan suci dan penuh berkah akan kembali meninggalkan kita semua. Akan tetapi, laisal ‘ida liman labisal jadida walakinnal ‘iida liman yaziida imaanuhu. Demikian yang termaktub dalam sebuah hadits. “Bukannya hari raya adalah bagi mereka yang berbaju baru, akan tetapi hari raya sebenarnya bagi mereka yang bertambah imannya (setelah menjalani shiyam ramadhan sebulan penuh yang terus belajar dan mampu dalam memerangi dan mengendalikan hawa nafsu).”
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Atas segala khilaf, yang disengaja maupun yang tak disengaja
Semoga Ridha Allah selalu terlimpahkan yang terwujud
dalam Maghfiroh-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.
Lama gak terlukis kata diatas kanvas blog sederhana, bukan berarti lupa atau melupakan. Mencoba menyapa lagi teman-teman blogger, yang open mind slalu rindukan silaturrahim. Di malam ke-11 di bulan penuh berkah ini, bulan Ramadhan, open mind menyapa kembali teman-teman. Berkunjung ke sana dan ke sini, membuka cakrawala bertukar pikiran. Dan bolehlah untuk mengawali openmind back to blog ini, kami sapa dengan ucapan ==
Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Mohon maaf lahir dan batin bila ada salah dan khilaf dalam sapa …
-(terlambat ya??? gak papa lah, daripada enggak…)-
---------
Malam kesebelas yang penuh berkah ini, ada baiknya dibuka dengan doa, mengawali blogwalking..
Ya Allah, Ya Rabbi
dimalam yang penuh berkah ini
dibalik ketak-berdayaan hamba,
semoga Kau bukakan hati kami untuk
lebih mengenalMu lebih dekat lagi...laa haula walaa quwwata illa billah,
tiada daya dan kekuatan kecuali
hanya denganMu, Ya Allahtuk mengarungi samudra kefaqiran hamba
sebagai seorang makhluq yang tak berdaya ini.tuk mengikuti jejak RasulMu, tuk jalankan perintahMu
Amin Ya Rabbal Alamin
Semoga kita semua slalu berada dibawah lindunganNya.
Welcome, Open Mind datang kembali…..mencoba untuk belajar dan belajar…..
Tenggelam
Alam bergetar. Mengguncang seisi bumi. Menggetarkan jiwa. Jiwaku hanyut. Terdiam. Tenggelam dalam samudra kefaqiran. Dalam samudra kuasaNya.
-----
Tak Bernafas
Gubrak! Seisi kamar terbangun. Kaget. Amin terjatuh dari ranjang menjelang subuh. Tepat azan Subuh berkumandang, dia tak bernafas lagi. Mati.
-----
edelweis
Tak disangka, dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki setapak jalan, terjal dan berbatu. Memetik edelweis di puncak Lawu.
-----
Nekad
Dia nekad berjalan sendiri di malam pekat. Menapaki jalan terjal dan berbatu. Saat subuh tiba, ditemukan tergantung di seutas tali.
-----
Salah Apa
Apa salahku? Teriak dia. ”Dor...”. Timah panas menembus kepalanya.
-----
Berdua Selamanya
Malam hari masih berduaan. Makan bersama. Bermesraan. ”Aaaggrhhh....”, keduanya tergeletak bersimbah darah dengan pisau ditangannya di pagi buta.
-----
kumpulan fiksi mini (bila bisa disebut fiksi mini) diatas ditulis untuk ikut menyemarakkan dalam kontes fiksi mini yang diadakan oleh wienda . ya, fikmin-fikmin ini ikut fikmin yang pertama berjudul pulang
Si fauzi kecil bilang
Nyamuknya besang-besang
Dari sana ke sini terbang
Bikin telinga pusing
Datang tak pernah diundang
Bikin aku mabuk kepayang
Kau datang tak diundang
Kabur tatkala pulang
Meninggalkan segepok utang
Karna makan bukan kepalang
Badan jadi abang-abang
Gatalnya pun bukan kepalang
)* besang-besang : besar-besar, beum teteh / fasih ngomongnya ‘er’ dibaca ‘ng’
========
Puisi kocak diatas, puisi kedua untuk diikutkan lomba puisi kocak yang diadakan mbak Fanny, Sang Cerpenis Bercerita dan Vixxio. Puisi sebelumnya BMW yang udah diikutkan beberapa hari yang lalu. Yang jelas untuk menyemarakkan lomba puisi kocak ini. Partisipasi…….
Trus bila puisi kocak ini masuk nominasi, pingin novel 5cm karya Donny Dhirgantoro, mbak.
Senja tiba. Menenggelamkan secuil masa. Menatap merah merona fatamorgana. Mengingatkan untuk kembali. Pulang kembali kepadaNya. Esok hari.
-----------
barisan kalimat diatas sengaja ditulis untuk menyemarakkan dalam kontes fiksi mini yang diadakan oleh wi3nda
BMW-ku sayang
Bebek warna merah yang slalu kusayang
Kemana pun ku pergi
Slalu menemani diri ini
Penampilan yang tampak butut
Kadang kau tak manut
Tak ayal
Slalu membuatku cemberut
Bikin bibirku kayak ikan cucut
BMW......BMW-ku
Bebek Warna Merah, motor bututku
-------
Gimana puisi kocak diatas? Lucu gak? Lucu gak lucu, tergantung sampeyan yang baca. Kalo tertawa berarti lucu, kalo cemberut berarti lagi sebel, eh gak lucu. Terlepas dari lucu n gak lucu, yang penting puisi kocak ini ditulis sekedar untuk ikutan juga menyemarakkan lomba puisi kocak yang diadain sama mbak Fanny, Sang Cerpenis Bercerita dan Vixxio.
Trus bila puisi kocak ini masuk nominasi, pingin novel Zizi : Saksi Bulan Madu karya Lusiwulan. Moga aja dapat, untuk tambahan bacaan bagi temen-temen yang pengen baca novel. Trims......
Catatan penting : gambar pinjam di sini (klatenmotorlawas.blogspot.com)
Harapan yang dalam adalah pembentuk kerendahan hati yang mudah
menerima yang kecil dan yang sederhana, sebagai syarat bagi
pencapaian dari yang besar dan yang sulit.
Harapan …
Alangkah mulia Tuhan yang menciptakan harapan
sebagai penghubung yang nyata antara jiwa kita dengan-Nya.
( secuil motivasi dari Mario Teguh -- http://marioteguh.blogspot.com/ )
Ektrakurkuler PMR WIRA POMOSDA, tanggal 8 dan 9 mei kemarin mengikuti kegiatan JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) IV yang diselenggarakn oleh PMI CABANG NGANJUK. adapun kegiatan yang diselenggarakan antara lain :
a. KEGIATAN
1. lomba peragaan PP
2. lomba peragaanPK
3. lomba peragaan PRS
4. lomba travelling
5. seleksi peserta terbaik untuk mengikuti JUMBARA DAERAH
b. KEJUARAAN
1. terbaik 1 s.d 5
btw, sebelumnya perlu diketahui buat temen2 santri POMOSDA bahwa pada tahun 2007 kakak - kakak sebelumnya telah meraih JUARA UMUM.
ya .... Alhamdulillah TIM PMR WIRA POMOSDA yg sekarang tetap semangat dan optimis walaupun juara bukan menjadi niatan utama, akan tetapi ikhtiar untuk meraih juara atau terbaik merupakan bagian yg qt harapkan dapat mewarnai seluruh kegiatan di kabupaten nganjuk.
adapun hasil terbaik yg diperoleh oleh tim yakni :
1. terbaik 1 travelling
2. terbaik 2 PRS
3. terbaik 3 PP
4. terbaik 4 travelling
ya begitulah info buat temen2 yg ter update di bulan mei ini
akhir kata
wassalamu'alaikum wr.wb.
Waktu nonton TV, salah satu TV swasta menayangkan pelajar di Jakarta satu bis rame-rame dihentikan polisi. Ternyata mereka bukannya berangkat sekolah, malah berangkat mo tawuran. Parah, khan???.
Habis itu, saya jadi ingat, waktu ngobrol bareng habis meeting kelulusan dan waktu membahas UN Ulang. Kita ngobrol yang lagi in saat itu. Ya, ngobrol ngalor ngidul masalah siswa yang lulusan. Habis lulusan sebagian dari mereka hura-hura, dengan dalih merayakan keberhasilannya. Sampai-sampai merayakannya kelewat batas. Bahkan diluar norma dan terkesan urakan. Sebut saja konvoi yang malah menganggu orang lain dan lalu lintas umum. Diluar norma, ternyata sebagian dari mereka ada yang merayakan dengan mabuk-mabukan. (info berita dari TV).
Trus kita ambil kesimpulan sederhana. Kesimpulannya gini, orang yang hanya pinter akal alias pinter yang ditunjukkan dengan angka-angka saja belum tentu bisa sukses hidupnya. Anka-angka yang tercantum dalam ijazah atau SKHUN bukan sebuah jaminan kesuksesan. Lha yang paling dominan dalam menentukan kesuksesan itu, ‘makhluk’ apa?
Jawabannya, makhluk itu adalah SIKAP seseorang. Attitude, dalam bahasa asingnya.
Andrew Wongso dalam motivasinya mengatakan.
![]()
Attitude is a little thing,
but can make big differences.
Sikap adalah suatu hal kecil,
tetapi dapat menciptakan
perbedaan yang besar.
Sebaris kalimat sebagai refleksi diri. Bahwa sikap yang kita bawa, membawa perubahan bagi diri. Pinter otak, tidaklah cukup mampu membawa diri kita pada kesuksesan.
Sikap berperan sangat penting terhadap kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Sejumlah ilmuwan dari universitas terkemuka di dunia mengungkapkan bahwa manusia dapat menggali potensinya secara lebih mendalam dan luas dengan sikap yang positif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap ribuan orang-orang yang sukses dan terpelajar, berhasil disimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau technical expertise hanya berperan pada 15% sisanya.
Sikap mempunyai peran yang lebih besar di bidang bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan. Sikap berperan pada 99%, jauh lebih besar dibandingkan peran keahlian yang hanya 1%. Dapat dikatakan bahwa mencapai sukses di bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan sangatlah gampang, selama dilakukan dengan sikap yang positif. Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude – Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”
Sikap adalah segala-galanya – Attitude is Everything. Sebab sikap positif itu sendiri sangat mempengaruhi seseorang untuk dapat mengekplorasi seluruh potensi diri dan meraih kesuksesan maupun kebahagiaan. Sikap ternyata yang terpenting bagi kemajuan atau kebahagiaan saat ini dan di masa-masa yang akan datang.
(secuil motivasi dari Andrew Wongso)
Tak selamanya Abu Nawas bersikap konyol. Kadang-kadang timbul kedalaman hatinya yang merupakan bukti kesufian dirinya. Bila sedang dalam kesempatan mengajar, ia akan memberikan jawaban-jawaban yang berbobot sekalipun ia tetap menyampaikannya dengan ringan.
Seorang murid Abu Nawas ada yang sering mengajukan macam-macam pertanyaan. Tak jarang ia juga mengomentari ucapan-ucapan Abu Nawas jika sedang memperbincangkan sesuatu. Ini terjadi saat Abu Nawas menerima tiga orang tamu yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada Abu Nawas.
“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” ujar orang yang pertama.
“Orang yang mengerjakan dosa kecil,” jawab Abu Nawas.
“Mengapa begitu,” kata orang pertama mengejar.
“Sebab dosa kecil lebih mudah diampuni oleh Allah,” ujar Abu Nawas. Orang pertama itupun manggut-manggut sangat puas dengan jawaban Abu Nawas.
Giliran orang kedua maju. Ia ternyata mengajukan pertanyaan yang sama, “Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.
“Yang utama adalah orang yang tidak mengerjakan keduanya,” ujar Abu Nawas.
“Mengapa demikian?” tanya orang kedua lagi.
“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu pengampunan Allah sudah tidak diperlukan lagi,” ujar Abu Nawas santai. Orang kedua itupun manggut-manggut menerima jawaban Abu Nawas dalam hatinya.
Orang ketiga pun maju, pertanyaannya pun juga seratus persen sama. “Manakah yang lebin utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?” tanyanya.
“Orang yang mengerjakan dosa besar lebih utama,” ujar Abu Nawas.
“Mengapa bisa begitu?” tanya orang ktiga itu lagi.
“Sebab pengampunan Allah kepada hamba-Nya sebanding dengan besarnya dosa hamba-Nya,” ujar Abu Nawas kalem. Orang ketiga itupun merasa puas argumen tersebut. Ketiga orang itupun lalu beranjak pergi.
***
Si murid yang suka bertanya kontan berujar mendengar kejadian itu. “Mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan tiga jawaban yang berbeda,” katanya tidak mengerti.
Abu Nawas tersenyum. “Manusia itu terbagi atas tiga tingkatan, tingkatan mata, tingkatan otak dan tingkatan hati,” jawab Abu Nawas.
“Apakah tingkatan mata itu?” tanya si murid.
“Seorang anak kecil yang melihat bintang di langit, ia akan menyebut bintang itu kecil karena itulah yang tampak dimatanya,” jawab Abu Nawas memberi perumpamaan.
“Lalu apakah tingkatan otak itu?” tanya si murid lagi.
“Orang pandai yang melihat bintang di langit, ia akan mengatakan bahwa bintang itu besar karena ia memiliki pengetahuan,” jawab Abu Nawas.
“Dan apakah tingkatan hati itu?” Tanya si murid lagi.
“Orang pandai dan paham yang melihat bintang di langit, ia akan tetap mengatakan bahwa bintang itu kecil sekalipun ia tahu yang sebenarnya bintang itu besar, sebab baginya tak ada satupun di dunia ini yang lebih besar dari Allah SWT,” jawab Abu Nawas sambil tersenyum.
Si murid pun mafhum. Ia lalu mengerti mengapa satu pertanyaan bisa mendatangkan jawaban yang berbeda-beda. Tapi si murid itu bertanya lagi.
“Wahai guruku, mungkinkah manusia itu menipu Tuhan?” tanyanya.
“Mungkin,” jawab Abu Nawas santai menerima pertanyaan aneh itu.
“Bagaimana caranya?” tanya si murid lagi.
“Manusia bisa menipu Tuhan dengan merayu-Nya melalui pujian dan doa,” ujar Abu Nawas.
“Kalau begitu, ajarilah aku doa itu, wahai guru,” ujar si murid antusias.
“Doa itu adalah, “Ialahi lastu lil firdausi ahla, Wala Aqwa alannaril Jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzambil adzimi.” (Wahai Tuhanku, aku tidak pantas menjadi penghuni surga, tapi aku tidak kuat menahan panasnya api neraka. Sebab itulah terimalah tobatku dan ampunilah segala dosa-dosaku, sesungguhnya Kau lah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar).
Banyak orang yang mengamalkan doa yang merayu Tuhan ini.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
juga dengan postingan ini, saya mo pajang award kedua dari pa Sukadi lewat bu Winny. semoga award ini mampu menjadi tambatan jalinan persahabatan.
maaf bu winny, baru bisa pajang. terima kasih.
Hanya Kau yang slalu kurindu
Hanya Kau yang slalu kucinta
CintaMu slalu kudamba
RinduMu slalu kunantikan
Kuingin slalu dekat denganMu
Kutak mau jauh denganMu
Hanya Kau yang ada dalam hatiku
Tiada yang lain selain Engkau
Ku tahu hanya
Kaulah yang bisa beri
ketentraman hati
Yaa Allah
saat ini ku harus lebih mengenalMu
ku harus lebih dekat denganMu
ku harus selalu denganMu
stiap saat, setiap waktu
dalam setiap langkahku
sebelum mata ini
terpejam selamanya
saat ini kuingin
slalu dekat denganMu
mengharap hamparan anugerahMu
menggapai cinta sejatiMu
Ya Rabbi ku tahu,
nafasku adalah
langkah menuju ajalku
pertemuan denganMu
adalah harapanku
Bulan ini merupakan saat-saat peserta didik yang baru lulus tingkat SMA mencari perguruan tinggi (PT). Untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Setiap dari mereka berhak untuk memilih PT yang diminati atau bahkah diidam-idamkan jauh-jauh hari sebelumnya sebelum kelas akhir pada jenjang menengah atas. Meski banyak pilihan PT yang dianggap favorit dan berkualitas.
Maka muncullah kalimat yang telah melekat pada diri mereka dan orang-orang terdekat mereka, seperti orang tua. ”Perguruan tinggi idaman”.
Kita semua telah paham, bahwa perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.
Sedangkan kata idaman, menurut Tesaurus Bahasa Indonesia, berasal dari kata idam, mngidamkan yang berarti memalarkan, membayangkan, memimpikan, mencita-citakan, mendambakan, mengangankan, mengharapkan, mengincar, menginginkan, mengigaukan, mengkhayalkan, merindukan.
Idaman sendiri merupakan bentukan dari kata idam yang mendapat akhiran – an. Yang berarti angan-angan, aspirasi, cita-cita, dambaan, harapan, hasrat, ideal, impian, keinginan, model, teladan.
Sehingga perguruan tinggi idaman merupakan perguruan tinggi yang didambakan, diimpikan, diharapkan, difavoritkan, dan dicintai yang memiliki model dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat pada umumnya dan masyarakat kampus pada khususnya.
Nah sekarang perlu kita diketahui bersama, bagaimana PT bisa menjadi idaman semua orang?
Tentunya jawabannya juga sangat relatif. Ada yang menyebutkan bahwa PT idaman adalah yang memiliki kategori a) bermutu atau berkualitas – dalam proses pendidikan dan SDM-nya; b) Biaya murah / terjangkau – sehingga semua elemen masyarakat dapat mengenyam pendidikan di dalamnya tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam tanpa mengabaikan kualitas/mutu; c) memiliki lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk belajar dan transfer knowledge; d) mampu mengikuti perkembangan zaman – sehingga ilmu yang didapat bersifat konstektual; e) memiliki tingkat kebermanfaatan yang tinggi bagi mayarakat – yang diterapkan oleh setiap civitas kampus.
Pendidikan merupakan pilar tegaknya bangsa; melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Selaras dengan itu, dalam membicarakan masalah PT idaman ini, penulis ingat akan tujuan dan fungsi daripada pendidikan nasional. Seperti disebutkan dalam UU Sisdiknas tahun 2003, pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Yang dalam penyelenggaraan pendidikannya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Untuk mewujudkan cita-cita ini, diperlukan perjuangan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk itulah, menurut hemat penulis, tanpa mengabaikan beberapa kategori yang telah disebutkan diatas, PT idaman merupakan perguruan tinggi yang mampu menjadikan setiap civitas terutama mahasiswa yang menuntut ilmu didalamnya menjadi seorang yang BERADAB. Tanpa mengesampingkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai pegangan dalam proses membentuk mahasiswa yang berpengetahuan dan berpengalaman.
Perlu diingat juga bahwa inti daripada tujuan pendidikan nasional, yaitu menjadikan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Untuk itu, harapannya output yang menjadi alumni kampus, memiliki kompetensi secara akademik yang bagus didukung dengan baiknya akhlak dan tata perilaku yang beradab. Sehingga tatkala terjun di dunia kerja selalu mengedepankan akal dan hati, tidak hanya mengdepankan egoisme diri dan kepentingan pribadi. Tidak ditemui lagi kerja sak penake dhewe, kerja dengan prinsip asal bapak senang, atau bahkan kasus-kasus korupsi seperti yang kian marak di negeri Indonesia ini. Dan bila mereka masih duduk di bangku kuliah, demo-demo yang kian marak dapat dibicarakan dengan mengedepankan akal dan hati tanpa ada tindak anarki lagi.
Untuk melengkapi dalam membangun PT Idaman, Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia meninggalkan pemikiran untuk dunia pendidikan. Yang kiranya juga cocok diterapkan dalam membangun PT Idaman. Educate the head, the heart, and the hand. Yang bila diurai, lembaga pendidikan seharusnya mampu mendidik mahasiswa secara utuh. Baik dari aspek kognisi, psikomotor maupun afeksi.
Pertama, the head. Mendidik otak, mendidik daya cipta. Mendidik yang diarahkan untuk pembentukan pola pikir siswa, dengan membangun sisi intelektualitasnya. Melalui proses memperkaya dan mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi. Menguatkan nalar untuk berpikir logic dan sistematis. Sehingga mereka mampu mengelola garapan dunia dengan kemampuan analisis yang kritis, benar dan tepat.
Kedua, the heart. Mendidik hati dan jiwa, medidik daya rasa. Guna proses pembentukan mental kepribadian siswa. Sehingga seseorang mampu merasakan sesuatu, sebagai makhluk sosial maupun sebagai hamba Allah. Hingga mampu merasakan keberadaan Tuhan yang telah Menciptakannya. Sehingga siswa cerdas secara emosi juga cerdas secara spiritual, untuk menjadikannya lebih beradab dan berakhlak mulia dalam hidup dan menjalani kehidupan.
Ketiga, the hand. Mendidik untuk terampil, mendidik daya karsa. Pembekalan dengan skill-ketampilan yang beragam. Membimbing siswa untuk mengikuti pengembangan diri sesuai dengan minat dan bakatnya yang berguna baginya dengan ditanamkan jiwa entrepreneur. Yang sekarang sudah menjadi pembicaraan Kemendiknas untuk dimasukkan dalam kurikulum. Pendek kata, mereka mampu berkarya, menciptakan lapangan kerja untuk mandiri.
Ketiganya adalah satu kesatuan aspek yang tak terpisahkan. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya.
Walhasil, andaikan setiap kampus mampu mengubah image diri, tentunya tak dapat dipungkiri setiap PT mampu menjadi PT Idaman. PT yang mampu menghasilkan generasi yang cakap dan terampil dalam spiritual dan ilmu pengetahuan dengan mengedepankan pembentukan pribadi mahasiswa dan selalu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada posisi yang sebenarnya. Dan sumber daya baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur pastinya akan terwujud. Sebagai agent of change, agen perubahan yang sebenarnya di setiap lini. Amin!
------------------
* Ditulis oleh Purnomo Sidik, Staf TU SMA POMOSDA Tanjunganom Nganjuk disadur dari berbagai sumber. Ditulis dalam rangka berpartisipasi pada Lomba Blog UII dengan tema ”Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman”.
Ketidak-pastian paradigma, nilai-nilai, visi, misi, tujuan, arah dan sasaran pendidikan, memiliki efek pada tata aturan, tata krama, moral, dan keringnya jiwa, bahkan terbentuknya jiwa-jiwa yang materialistik. Orientasi kesejahteraan dan kebahagiaan pada angka-angka nan material semata. Adalah kekeliruan yang fatal pada dunia pendidikan.
Apakah mungkin hal tersebut merupakan kesalahan dari penetapan misi masing-masing sekolah?
Bicara masalah misi sekolah, tentunya sekolah satu dengan lainnya akan berbeda-beda. Itu adalah hak sekolah. Dan dalam penetapannya pun tentunya mereka juga melakukan analisis yang mendalam. Tapi yang perlu dikaji selanjutnya memang bagaimana efek atau dampak nyata dari misi yang kita tetapkan tersebut terhadap peserta didik terutama outputnya. Contoh mudahnya, berubah atau tidak tata perilaku setiap siswa. Ini semua bertujuan untuk mencetak output (lulusan) menjadi manusia seutuhnya. Belajar dalam proses pembentukan kepribadian harus mampu mengubah sikap peserta didik. Mengubah perilaku diri sendiri. Dari kurang baik menjadi baik. Inilah sebuah terapan praktis dari definisi belajar yang sesungguhnya, yakni sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.
Seperti misi yang ditetapkan di sekolah kami, SMA POMOSDA. SMA berbasis pondok pesantren. Misi yang dimaksud adalah tahu diri, beradab, berpengetahuan dan terampil. Empat misi singkat dan padat yang saling terkait dan saling melengkapi. Yang sebenarnya bila ditelaah mampu mewakili akan tiga kecerdasan yang harus dimiliki seseorang. IQ, EQ dan SQ.
Bapak Kepala Sekolah, Ust. Dzoharul Arifin, sering mengupas dalam setiap pertemuan. Baik dihadapan asatidz maupun dihadapan santri (sebutan siswa di sekolah kami, juga sebutan peserta didik dalam lingkungan ponpes)
Pertama, tahu diri. Proses mendidik peserta didik yang menjadikannya orang yang lebih tahu diri. Diri sebagai manusia, diri sebagai masyarakat, diri sebagai hamba Tuhan. Dengan demikian dia sadar akan dirinya sebagai makhluk sosial, tidak akan bisa hidup tanpa orang lain. Lebih-lebih bila jauh dengan Sang Pencipta. Dzat Yang Maha Kuasa.
Dengan tahu diri, peserta didik diharapkan memiliki sifat jujur, sikap rendah hati, jauh dari watak-watak arogan dan sombong. Mengetahui sikap yang dibutuhkan terhadap situasi yang dihadapi. Mengetahui tatanan norma dan peraturan dimana seseorang bertempat tinggal. Yang paling puncak sadar menjadi hamba yang lemah dan banyak salah di hadapan Tuhan. Sebagai penajaman terhadap SQ untuk selalu ingat kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
Kedua, beradab. Mendidik untuk menjadikan seseorang menjadi seorang yang beradab dan berakhlak mulia. Sehingga ia mampu berlaku sopan dan santun dalam pergaulan baik dalam perkataan maupun perbuatan. Berpandangan positif terhadap orang lain. Selain itu juga mampu menempatkan diri dengan sikap dan perilaku sesuai dengan tatanan norma yang berlaku.
Ketiga, berpengetahuan. Misi ini lebih difokuskan dalam pembentukan pola pikir. Mengasah otak untuk berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena belajar adalah proses yang berkelanjutan. Terbangunnya budaya belajar dalam diri dan memiliki sikap terbuka dan positif dalam berpikir merupakan indikator-indikator dari misi ini.
Keempat, terampil. Sebuah proses untuk pembentukan ketrampilan diri dalam bertindak. Sehingga siswa mampu menjadi seorang yang cekatan dalam situasi apapun dalam mengatasi masalah. Terutama, dalam meningkatkan potensi yang telah Tuhan berikan.
Walhasil, andaikan kita mampu memahami dan menerapkan misi yang telah ditetapkan, insyaallah pendidikan kita akan mampu menghasilkan generasi yang cakap dan terampil dalam spiritual dan ilmu pengetahuan. Sebagai sumber daya baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur. Amin!*
---------------------------
Artikel pendidikan ini dipersembahkan untuk ikut serta memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2010. Semoga bermanfaat!!
Purnomo Sidik, Staf TU SMA POMOSDA Tanjunganom Nganjuk
Detik demi detik berganti menit
Menit demi menit berganti jam
Jam demi jam berganti hari
Hari demi hari pun silih berganti memadu kasih dengan bulan
Bulan bercengkarama dengan sang tahun
Mereka datang silih berganti
Mereka pergi tanpa kembali lagi
Memendam asa yang tak tercapai
Mengubur mimpi yang datang esok tadi
Merajut harapan di hari nanti
Meraih gemilang perwujudan mimpi-mimpi
Mereka datang silih berganti
Membelai anak adam memadu kasih
Merayu anak adam dekati sang pati
Itulah lingkar hidup ...................
Yang selalu berperang dengan misteri ’masa’
Suka duka akan datang silih berganti
Datang menguji manusia
Pulang tanpa bersisa
Untuk lewati lika-liku setapak jalan kehidupan
Menuju istana abadi yang selalu di damba.
Tuhan Maha Mendengar, maka kita menjaga agar hati dan mulut kita hanya menyuarakan yang baik.
Tuhan Maha Mengetahui, maka kita menjaga agar pikiran kita hanya terlibat dalam analisa, rencana, dan rancangan yang baik.
Tuhan Maha Melihat, maka kita menjaga agar diri kita hanya melakukan yang baik-baik.
Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.
Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan, dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.
Ya ..., langsung - antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.
Dan,
Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.
Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.
Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.
Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani - sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.
Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.
Marilah kita mengkekasihkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Memaafkan, yang dengan pemaafan-Nya kita akan dimuliakan dengan kehidupan yang sejahtera, yang penuh kebahagiaan, dan yang cemerlang.
Maha Besar Engkau dengan segala ilmu-Mu,
Maha Besar Engkau yang telah menetapkan hati ini pada lingkar kuasaMu
Maha Besar Engkau yang telah menetapkan hati ini pada jalan suciMu
----------------------------
Catatan diatas adalah penggalan supernote Pak Mario Teguh (founder MTSuperClub) sebagai sarana sharing antar teman blogger dalam jalinan silaturrahim di dunia maya......
Salam Silaturrahim, Salam Persahabatan
Kemarin hanyalah sebuah kenangan, esok hanyalah sebuah impian, dan hari ini adalah sebuah kenyataan.
Esok pun tidak tahu apa yang akan terjadi, lenyapkah diri atau lenyap pula alam ini. Semua rahasiaNya, semua kehendakNya.
Dan saat inilah, saat untuk menanam sesuatu yang terbaik semasa hayat masih dikandung badan. Semasa diri masih diberi kesempatan untuk bernafas.
Semasa diri masih bisa tersenyum menatap mentari pagi, semasa kedua tangan masih bisa mengangkat, semasa kedua kaki masih bisa melangkah, semasa mata masih bisa membuka, semasa diri masih hidup dengan segala anugerahNya.
Hanya satu yang menjadi keinginan, indahnya setiap saat, kala diri mampu mendzikiriNya dimanapun tempatnya, dan sedang apapun diri ini bergerak.........
----------
mungkin inilah sebuah manifestasi dari " i'mal lidunyaaka kaannaka ta'iisyu abada, wa i'mal li akhiiratika kaannaka tamuutu ghadan "
---- tansah bibinau anggenipun marek maring Gusti ------
----------------
Bicara masalah waktu (masa), terlepas dari ungkapan diatas, ada satu catatan kecil yang saya temukan dari tulisan Neng Sri, salah satu santri di pondok kami. Tulisan itu merupakan hasil tugas yang diberikan kepada mereka.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah sumber keberhasilan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk memberi karena itu membuatnya segalanya berarti
Waktu itu laksana pedang, bila kau tak mampu menggunakan dengan sebaik-baiknya niscaya ia akan melibasmu.
Mari belajar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. *
image : edhoferdian.files.wordpress.com
Diriku adalah diriku. Dirimu, ya dirimu. Aku bukanlah dirimu dan kamu bukanlah diriku. Dia dan mereka bukanlah aku dan bukan pula kamu. Dia adalah dia, dan mereka adalah mereka. Semua dari kita akan mencerminkan pribadi dan diri kita sendiri atas apa yang telah kita pikiran dan apa yang telah kita lakukan. Apa yang terlihat adalah refleksi dari usaha yang telah kita lakukan. Semua yang terjadi pada diri kita tergantung pada masing-masing pribadi. Kawan, you are what you think. Tak seorang pun bisa merubah diri kita, kecuali diri kita sendiri atas kehendakNya. Kun fayakunNya. (maaf, pembuka ini bukan menggambarkan sebuah kesombongan diri. Apalagi sebagai justifikasi kepada para pembaca. Hanya sebuah kata yang mengalir untuk membuka coretan tak bermakna. Percayalah kita tak kan bisa hidup tanpa ada orang disekitar kita)
Selaras dengan ungkapan diatas, marilah kita ingat salah satu firmanNya sebagai penguat bahwa perubahan diri ditentukan oleh masing-masing pribadi.
Bahwa, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali mereka mengubah dirinya sendiri. Merubah diri masing-masing dengan segala usaha dan upaya. Perubahan itu juga tergantung pada tindakan kita sendiri. Masalah pun datang, juga karena tindakan kita. Apakah itu masalah yang baik bagi diri maupun masalah yang tak selaras dengan diri.
Kawan, bolehlah kita pinjam rumusan upaya ala Pak Mario Teguh (seorang motivator). Inilah sebagian Super Note beliau.
UPAYA = DOA + TINDAKAN
Masalah yang terjadi karena kurangnya tindakan, hanya bisa diperbaiki dengan tindakan.
Jika kita telah melebihkan doa tetapi kurang bertindak, kita harus melebihkan tindakan, tanpa mengurangi doa.
Maka,
Janganlah kita hanya berdoa, tetapi tidak melakukan sesuatu yang menjadi sebab terjawabnya doa. Sebuah upaya belumlah lengkap, jika hanya berisi doa untuk diringankannya beban, tanpa diikuti dengan tindakan pasti dan tegas untuk menjadikan kita lebih kuat daripada beban kita sekarang.
Karena,
Bukan besarnya beban yang menyiksa kita, tetapi kecilnya kemampuan.
Itu sebabnya,
Keluhan yang disebabkan oleh besarnya beban, adalah pemberitahuan untuk memperkuat diri.
Maka berketetapanlah untuk menjadikan diri lebih kuat daripada beban-beban kita sekarang, karena beban kehidupan hanya akan membesar. (laa haula walaa quwwata illa billah. sadar posisi akan kehinaan, ketak-berdayaan dan kelemahan hamba merupakan kuncinya)
Tetapi di tangan yang bersungguh-sungguh, alat-alat yang bersahaja akan menghasilkan keindahan yang mengejutkan.
(sebagai anugerah dariNya yang Maha Kaya bagi hambaNya yang bersungguh-sungguh dan sabar dalam menjalani kehidupan)Dan bertindak dengan memadukan sikap, akal dan hati, kiranya akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Kawan, untuk itulah segala tindakan yang manusia jalankan, harusnya sejalan dengan kehendakNya. Sejalan dengan kemauanNya. Kemauan dan kehendak Allah SWT. Sebagai raja Diraja semesta alam ini. Tanpa mengikuti kehendakNya apa yang kita lakukan akan ’bathal’. Bathal dalam artian sia-sia. Karena kita hidup di dunia ini hanya sebagai abdi. Mengabdi kepada ’bos besar’. Semoga kita mampu bertindak untuk maslahatan fil ardhi. Bukan cuma membuat mudharat belaka.
Bagaimana menurut kawan semua??
-----------
Mungkin inilah coretan-coretan tak bermakna untuk mengiringi hadirnya award pertama saya. Kiranya award ini merupakan spirit tersendiri bagi saya untuk lebih maju dan mengembangkan blog ini. Dengan harapan untuk menjadi lebih baik. Apalagi saya, hanya seorang blogger pemula, yang baru nimbrung bersama teman-teman blogger (kira-kira) 3 bulan yang lalu. Masih banyak kurang sana sini. Sangat sangat jauh dari kata sempurna. Tiada gading yang tak retak. Yang tak kiranya sebenarnya belum pantas menerima award.
Award ini kiranya tak akan ada tanpa kebaikan Bu Winny. Terima kasih buk, dengan perantara award ini semoga tali silaturrahim dan persaudaraan yang lebih erat dapat terpupuk antar blogger.
Sebagaimana yang telah diamanatkan ke kami .... (kata-katanya kayak gimana githu..), maka dengan untuk melanjutkan estafet kebiasaan baik dari para blogger, tak lupa kami membagikan award kepada para sahabat yang lain.
Kiranya estafet spring award ini, saya serahkan kepada mbak Nabila (mbak ato adek). Dia adalah sosok remaja yang penuh semangat menulis dan menuangkan ide yang bermanfaat. Silahkan diambil, Nabila.
Selain Nabila, kiranya untuk estafeta sping award ini, saya juga ingin berbagi dengan temanku Danny yang tak bosan-bosannya selalu berkunjung di blog OPEN MIND. Pagi, siang, sore dan malam hari. Monggo, silahkan diambil mas Danny. Semoga panjenengan berkenan dan menerima dengan senang hati.
Inilah spring award itu,
Kemudian, untuk meneruskan amanat para pendahulu pemegang spring award ini maka saya cantumkan pesan2 beliau.
Semoga sahabat sudi menerimanya.
Deadline: 15 September 2010
Berhadiah Total Rp 85 Juta + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
Peserta Siswa SLTP (Kategori A), Siswa SLTA (Kategori B)
dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)
Syarat-syarat Lomba:
Hadiah Untuk Pemenang:
Kategori A (Pelajar SLTP)
Kategori B (Pelajar SLTA)
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
catatan : Naskah cerpen yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya. Informasi lebih lanjut e-mail ke rayakultura@gmail.com
Sumber : http://www.rayakultura.net/blog/2010/04/lomba-menulis-cerpen-remaja-lmcr-2010/
Realeased by Mortgage rates and by Used Mazda cars.
Copyright 2008 OPEN MIND, Bloggerized by Falcon Hive.com
Distributed by Deluxe Templates